/
/
/
/

Minggu, 02 Maret 2014

Senin, 10 Februari 2014

brosur penerimaan santri baru


Minggu, 09 Februari 2014

Analog mengapa kita harus membaca Al-Qur'an padahal tidak mengerti artinya




                                               

Kisah berikut ini, sudah tidak asing lagi tersebar diinternet dalam berbagai versi penuturan yang diceritakan berulang-ulang dalam beberapa blog dan ruang website diinternet. Dikisahkan,ada Seorang muslim tua yang tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : ” Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “. Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk menggati keranjangnya. Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air.Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi keluar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi.

Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek,ini tidak da gunanya sia-sia saja
Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya ?.

Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .” Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.

” Cucuku, apa yang terhadi ketika kamu membaca Qur’an ? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam. Itulah pekerjaan Allah dalam mengubah kehidupan kamu.

***
Itulah hakekat dari sebuah tuntunan kenapa kita perlu Mambaca,Memahami,Mentadaburi,Menghafalkan dan Mengamalkan al-Qur’an. Karna dengan ke lima M( mambaca,memahami,mentadaburi,menghafalkan dan mengamalkan al-Qur’an) ini,diharapkan dapat menjadi pedoman dan arah kehidupan kita dalam merubah hidup kita menuju kebahagiaan,kesuksesan dan kemuliaan dunia dan akhirat. Dengan membacanya saja Allah dapat merubah hidup kita,apalagi dengan Memahami,Menghayati dan Mentadaburi isinya serta menghafalkan dan Mengamalkan tuntunan yang ada di dalam Al-Qur’an dalam setiap link kehidupan kita.:)
~oleh @sayyid_syd

Jumat, 03 Januari 2014

Selasa, 10 Desember 2013

Proposal yayasan

























 

Subscribe to our Newsletter

Office :

Jl. Ciliwung No.26 Rt/Rw 010/06
Cililitan Keramatjati Jakarta Timur.

Our Team